Logo

Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang

images

Alat Pemecah Cangkang Kemiri, Problem Solving Industri Kemiri di Nagari Muaro Aie

BALAI Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Padang serahkan alat pemecah cangkang kemiri untuk diuji-cobakan oleh Industri Kemiri Muaro Aie pada hari Kamis (04/10). Penyerahan alat disaksikan oleh Wali Nagari Muaro Aie, Joenaidi dan Camat Bayang Utara, Ronald Bernando di halaman kantor Camat Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Dengan penyerahan alat pemecah cangkang kemiri yang merupakan salah satu hasil litbang (penelitian dan pengembangan –red) kami, semoga mampu meningkatkan produksi kemiri dan memberi manfaat bagi masyarakat Muaro Aie,” ungkap Ahmad Susanto, salah seorang perekayasa dari Baristand Industri Padang.

WhatsApp_Image_2018-10-08_at_10_Fotor420181004094917_IMG_8546_Fotor
Penyerahan alat pemecah cangkang kemiri di halaman Kantor Camat Bayang Utara

 

Nagari Muaro Aie merupakan salah satu pusat penghasil komoditi kemiri di Pesisir Selatan selain Nagari Puluit-Puluit dan Nagari Pancung Taba. Luas areal tanaman kemiri di wilayah ini mencapai kurang lebih 250 hektar dan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Muaro Aie. Namun sayangnya, pengelolaan kemiri pasca panen masih menjadi permasalahan.

Masyarakat umumnya masih menggunakan alat tradisional berupa pelepah pinang masak atau bambu yang dilipat untuk memecahkan cangkang kemiri dengan cara meletakkan kemiri gelondongan diantara lipatan dan memukulkannya pada benda keras. Pemecahan kemiri dengan cara tradisional ini menghasilkan kemiri yang kualitasnya kurang baik karena buah kemiri menjadi pecah dan harganya rendah. Selain itu, penggunaan alat tradisional juga memerlukan waktu yang lama dan menguras tenaga karena kemiri harus dipecahkan satu per satu.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim perekayasa Baristand Industri Padang membuat sebuah alat pemecah kemiri yang dapat bekerja dengan mesin. Selain itu, alat pemecah cangkang kemiri ini juga dilengkapi dengan alat sortasi untuk memisahkan kemiri berdasarkan ukuran.

WhatsApp_Image_2018-10-08_at_10.10.27
Tim perekayasa Baristand Industri Padang menjelaskan cara kerja alat pemecah cangkang kemiri

 

Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, alat pemecah cangkang kemiri ini mampu meningkatkan produksi kemiri utuh dari 52% dengan alat tradisional menjadi 60 – 80% dengan menggunakan mesin. Waktu pengerjaan juga menjadi lebih cepat karena mesin ini dapat bekerja dengan kapasitas hingga 60 kg kemiri per jam. Kedepannya, Baristand Industri Padang akan terus berusaha untuk menyempurnakan alat ini untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas produksinya. Selain itu, Baristand Industri Padang juga akan melaksanakan riset dan bimbingan teknis pengolahan buah kemiri dan cangkang kemiri untuk meningkatkan nilai jualnya di pasaran.

“Harapan masyarakat Muaro Aie, agar kedepannya juga dilakukan penelitian untuk mengolah kemiri dalam bentuk lain, supaya bisa meningkatkan harga jual kemiri, tidak hanya dalam bentuk mentah saja,” ungkap Joenaidi.

Dalam kesempatan ini pula, dilakukan penandatanganan kerjasama antara Baristand Industri Padang yang diwakili oleh Yunia Angraeni selaku Kepala Seksi Pengembangan Jasa Teknik, dengan Industri Kemiri Muaro Aie yang diwakili oleh Bapak Erli. Dengan kerjasama ini, diharapkan Baristand Industri Padang dapat menjadi balai riset yang mampu menghadirkan solusi atas permasalahan industri di Sumatera Barat dan sekitarnya.

Collage_Fotor0

Penandatanganan Kerjasama dengan Industri Kemiri Muaro Aie


TAG