Logo

Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang

images

Olah Gambir jadi Bahan Penyamak Kulit Ramah Lingkungan

Penggunaan gambir sebagai bahan penyamak kulit terbukti lebih ramah lingkungan. Sebagaimana diungkap oleh Ardinal, peneliti Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Padang, penggunaan penyamak nabati dari gambir mampu mengurangi penggunaan logam krom hingga 6%.

“Industri kulit biasanya menggunakan bahan penyamak sintetis dan menghasilkan limbah yang mengandung krom trivalen. Bahan ini dalam kondisi basa dapat berubah menjadi krom heksavalen, salah satu bahan berbahaya dan beracun,” ungkapnya saat ditemui di kantor Baristand Industri Padang, Jl. Raya LIK No. 23.

Krom heksavalen merupakan zat yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup. Dalam penyamakan kulit, krom tidak dapat dihilangkan sepenuhnya namun dapat dikurangi jumlahnya dengan menggunakan bahan penyamak nabati dari tumbuh-tumbuhan seperti gambir.

Penyamakan (tanning) merupakan proses penting dalam pengolahan kulit agar kulit menjadi berwarna dan awet. Jaringan serat kolagen pada kulit mentah seperti kulit sapi, kulit kambing maupun kulit reptil akan membentuk ikatan kimia dengan bahan penyamak sehingga tahan terhadap asam, basa dan mikroorganisme. Sifat fisiknya pun lebih baik dari sisi kemuluran, ketahanan sobek dan warna. Warna yang timbul tergantung pada bahan yang digunakan. Penyamakan kulit dengan gambir menghasilkan warna kemerahan karena adanya kandungan zat tanin.

Ardinal menunjukkan kulit binatang yang telah disamak dengan gambir

Gambir memiliki kelebihan dari sisi harga yang murah dan ketersediaan yang melimpah. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat tahun 2016, total produksi gambir mencapai 17.390 ton/tahun. Bahkan, 80% pasar ekspor komoditi gambir dunia berasal dari Sumbar. Penggunaan gambir lebih menguntungkan dibandingkan dengan mimosa, bahan penyamak yang harus diimpor dari luar negeri dan harganya relatif mahal.

“Dengan potensi gambir yang besar di Sumatera Barat, maka kami (Baristand Industri Padang –red) terus berusaha untuk memaksimalkan pemanfaatannya bagi kemajuan industri, salah satunya adalah industri kulit,” lanjut Ardinal.

Salah satu riset Baristand Industri Padang menunjukan bahwa hasil penyamakan kulit dengan gambir tidak jauh berbeda dengan menggunakan mimosa. Kualitas produk yang dihasilkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, hasil riset ini juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk penanggulangan limbah krom pada industri kulit.

Produk dompet dari kulit ular dan biawak yang disamak dengan gambir

“Kami telah mengaplikasikan gambir sebagai bahan penyamak untuk kulit kambing, kulit biawak dan kulit ular. Produknya dapat diolah menjadi sepatu, tas dan dompet. Kedepannya, kami harap penggunaan mimosa dapat digantikan oleh gambir,” tambah Ardinal.


TAG